Tuesday, June 19, 2012

Sex sekeluarga……

Aku seorang pria, sebut saja namaku Andre. Sejak lulus SMA aku meneruskan kuliah komputer di Jakarta, sehingga otomatis aku jarang bertemu dengan teman2ku semasa sekolah. Pada saat saat itu memang aku beberapa bulan sekali pulang tetapi sudah jarang kumpul2 sejak beberapa tahun yang lalu.

Ketika itu aku baru saja menyelesaikan ujian skipsi dan karena belum bekerja maka aku memutuskan untuk pulang kota asalku untuk istirahat dan refreshing beberapa hari.

Hari-hariku kuhabis dengan mengunjungi teman2 SMA dan SMP, kami bercanda dengan santai mengingat masa-masa kecil dahulu……

Setelah memasuki hari ke 5, aku mulai bingung mau mengunjungi siapa lagi….. EH tiba2 aku ingat seorang teman cewek, namanya Yustina, dia anak kedua dari 5 bersaudara. Paling besar namanya Melina, yang ke dua temanku, kemudian 2 orang cowok, sebut saja Rei dan Tom, adik bungsunya juga perempuan namanya Maria…. Perbedaan umur ke lima anak tersebut tidak terpaut banyak, sehingga aku sepertinya mereka semua itu teman2ku….

Aku jadi ingin mengunjungi mereka dan memberikan surprise… dahulu mungkin hampir tiap hari ke nongkrong ke rumahnya hanya untuk sekedar main atau kadang2 malah tidur di kamar adiknya laki, dan mereka sekeluarga sudah seperti menganggap aku ini sebagai saudara sendiri, begitu juga dengan Papi dan Maminya.

Berbekal oleh2 kue yang tadi kubeli dulu di sebuah bakery top, aku meluncur ke rumah keluarga itu. Dan ketika sampai rumahnya, kelihatan sunyi sepi…. 
Aku juga tidak mengetuk bel rumah, melainkan langsung membuka pintu gerbang yang tidak pernah terkunci kecuali malam hari. Disamping mau memberikan surprise tepi juga karena dahulu aku sudah terbiasa keluar masuk sendiri tanpa harus mengetuk pintu gerbang lagi.

Aku menuju pintu utama, aku buka pelan2… tidak terkunci tapi bener2 sunyi sepi…..
Begitu sampai ruang tamu, aku melongo melihat suatu adegan….. seorang laki2 telanjang bulan sedang menindih Melina, sang kakak…… 

Rupanya kedatanganku yang pelan2 tidak diketahuinya dan sekarang dia melihat kearahku dan berteriak sambil melompat mengambil boneka berbie besar dan mendekatiku menyapa…. “Andre, sejak kapan ada disitu…? Kok mau datang ga ngomong2 dulu….” tanyanya.. tapi tidak berani menentang mataku, mungkin segan malu, kaget……. Yang pasti muka merah padam….

Tanpa aku sadari aku memandangi likuk2 tubuh Melina dibalik boneka yang tidak mampu menutupi semua tubuhnya…. Tubuhnya tinggi semampai dengan kulit putih kecoklatan….. bahkan putingnya yang mancung coklat muda itu juga sedikit tampak olehku….
Sang cowok yang tadi menindih dan bersetubuh dengan Melina sudah mengenakan pakaian lengkap dan ngeloyor sambil pamit sekenanya, dia mau kembali kerja di kantor lagi……

Aku tidak dapat berkata2 apa2….. hanya melongo bercampur rasa ingin tahu bagaimana tubuh Melina kalo dilihat seutuhnya dalam keadaan telanjang….. aku tarik boneka itu dan sekali rengkut terlepas dari pegangan Melina, sehingga terpampanglah dihadapanku Melina yang cantik dalam keadaan telanjang bulat dihadapanku….
Langsung adikku melesat kencang, terangsang juga aku dibuatnya…. Karena aku tidak pernah melihat dan membayangkan tubuh Melina dalam keadaan telanjang bulan….. dia makin kelihatan cantik….. 

Dengan tangan kanan Melina berusaha menutupi dadanya, yang kurang lebih 34A dan tangan kirinya menutupi pangkal pahanya….
Rupanya Melina juga bingung tidak bisa ngomong sesuatu apapun…. Diam2 beberapa saat, akhirnya Melina menubrukku dan memeluknya… mencium pipiku sambil berkata…”Andre aku malu, jangan ngomong ke siapa2 yah” dan aku tidak bisa menjawab apa2 selain mengangguk dan berusaha melepaskan diri dari pelukannya.

Tanpa sengaja dia menyenggol adikku, dan dia bukannya segera menarik tangannya malah kembali mengulang menyenggol dengan sengaja adikku….. kontan adikku bertambah keras dan kepalaku juga pusing dibuatnya…..
Untuk selanjutnya dia malah menciumku di bibir, yang membuat aku gelagapan awalnya, tetapi akhirnya kubalas juga…. Maklum kapan lagi di cium cewek cantik… mana telanjang bulat lagi….. tangannya juga turun ke arak adikku… dia mengurut naik turun secara perlahan….
Entah kenapa aku secara reflek tanganku menuju ke arah dadanya yang dengan putting tegang menantang… mungkin dia memang terangsang denganku atau karena tadi pergumulannya dengan cowok tadi belum terselesaikan…..

Aku tidak berpikir panjang lagi, dan mulai membalas kuluman bibirnya…. Sambil aku sekali2 menurunkan mulutku ke arah dadanya… kudengar Melina merintih… Mukanya terlihat sangat sayu….
Keadaan seperti itu berlangsung sekitar 10 menit… dan tanpa terasa adikku tersentuh sesuatu yang hangat… oh, ternyata tanpa aku sadari, Melina berhasil membuka retsleting celanaku dan memasukkan tangannya kedalam celanaku… Aku jadi sangat terangsang dibuatnya, karena seumur hidupku baru pernah sekali adikku dipegang oleh cewek, mana cantik dan sedang telanjang bulat lagi….

Akhirnya aku dengan cepat membuka seluruh pakaianku dengan dibantu oleh Melina… begitu aku telanjang bulat, aku segera menidurkan Melina di sofa dan mulai dengan menaikinya… mulanya aku kesulitan untuk memasukkan adikku dan rupanya karena memang Melina sudah ingin dimasuki, dia segera membantu menuntun adikku untuk sleppppp…. Masuk deh.. kugoyang pelan2 keluar masuk, dan aku merasa pantatnya ikutan bergoyang kekanan dan kiri…. Sungguh mengasyikkan.
Beberapa saat kemudian dia bergoyang dengan lebih dahsyat, hingga akhirnya dia merintih keras… ahhhh…. Dan memelukku dengan keras dengan napas yang terengah-engah… Melina sudah orgasme rupanya…. 

Aku diam sebentar untuk memberinya kesempatan bernapas… setelah napasnya sedikit menurun, aku mulai lagi bergoyang pelan-pelan keluar masuk… lubangnya menjadi lebih licin, tetapi tetap terasa mencengkeram adikku….

Tanpa aku dan Melina sadari, ketika aku mulai akan memasukkan adikku tadi, Maria, sang adik, pulang dan masuk kedalam ruangan tanpa suara juga, sehingga kami sungguh tidak mengetahuinya….
Maria berparas paling cantik diantara ketiga cewek bersaudara itu, paling putih, paling jangkung.. berambut panjang sedikit berombak dan agak kemerah-merahan…
Melihat kami ML, dia jadi ikut terangsang rupanya dan yang sebelumnya mau menegur kami, segera diurungkan niatnya dan sambil bersembunyi dibelakang korden sambil menonton kami… Lama kelamaan secara reflek tangannya mulai menggerayangi selangkangannya sendiri… 

Tidak puas tangannya gerayangan dibalik celana dalam, dia melorotkan celana dalamnya dan mulai bermasturbasi… sambil merem melek sendiri, kadang melihat kami kadang memeremkan matanya…
Akhirnya Melina melihat Maria, dan sedikit kaget dibuatnya… aku yang masih memompanya dalam posisi atas menghadap kebawah tidak menyadari apa yang membuatnya kaget…. Dengan kode tangan ke mulut lalu dia menunjuk kearah Maria yang berada dibalik korden… Dan karena Maria dalam keadaan terangsang tidak menyadari bahwa orang yang ditontonnya sudah mengetahui keberadaannya dan bahkan melihatnya dalam rok yang terangkat depannya itu….

Aku jadi bingung dan segera menghentikan gerakanku… sambil melihat dia… dalam kondisi ini sudah tidak ada akal sehat lagi…. Aku mencabut pelan adikku dan bangkit berdiri dan mendekati Maria yang masih tidak menyadari keadaan ini….
Persis ketika aku berada dihadapannya dia baru membuka mata, dan berteriak kaget…. Tanpa pikir panjang aku segera memeluknya, menciuminya dan tanganku langsung menuju sasaran… memeknya.. 

Dengan rada bingung campur kaget, dia membalas juga ciumanku… karena memeknya sudah aku gelitik gelitik, dia melepaskan tangannya dan memelukku… Memeknya sudah basah rupanya… aku mencari-cari kelentitnya, dan aku gosok2….
Rupanya Melina yang tadi aku tinggalkan, ikut menghampiri Maria… dan bahkan membantuku melepas kancing baju yang dikenakan Maria… Dalam sekejap Maria sudah telanjang bulat juga… aku segera menggendongnya dan membawanya ke sofa…
Pada saat kuletakkan ke sofa, aku baru melihat tubuh Maria secara komplet… putih mulus, kakinya panjang seperti belalang… jembutnya tipis dan tidak terlalu banyak… susunya hampir sama dengan Melina, 34A, tetapi pentilnya lebih kecil dan warnanya kemerah-merahan….

Mulanya aku ragu2 dan memandang Maria dan Melina bergantian… Maria mukanya sayu dan seperti mengharapkan aku segera memasukinya… Melina seperti tahu maksudku… dia mengangguk perlahan sambil tersenyum kecil….
Seperti mendapat angin, aku segera berlutut, dan mengatur posisi yang baik… aku buka lebar2 pahanya, posisinya saat ini seperti orang duduk bersandar dengan kaki menjuntai ke lantai…. Dalam posisi berlutut itu aku memasukkan adikku… ssseeellleeeppppp… berhasil amblas kedalam memeknya yang sudah basah….

Aku mulai memompanya…. Slap slep slap slep… bunyi iramanya…. Melina rupanya tidak tinggal diam…. Dia memelukku dan menciumi bibirku…..
Sungguh sensasi ini tidak pernah terpikirkan dan terbayangkan sebelumnya…. Hingga akhirnya aku merasa adikku ingin memuntahkan laharnya…. Aku mempercepat gerakanku keluar masuk… dan pada kondisi itu Maria juga berteriak…. “Kokoh.. aku keluaaaarrrrrr….”…. makin keras aku pompa dan makin cepat lagi… dan … akhirnya aku juga berteriak…. Aaaaahhhhhhhh….. muntahlah adikku…… 

Diam…. Sepi…. Dan kami bertiga duduk setengah terbaring di sofa… kurangkul keduanya, di kiriku si Maria dan di kananku Melina…. Aku juga bingung mau ngomong apa….

Tiba-tiba Maria bangkit dan berlari ke arah kamar mandi, sambil tertawa-tawa dia ngomong “Awas ya Kakak Mel, nanti aku kasih tahu Papa dan Mama lho….” setengah kaget juga aku dibuatnya… tapi Maria segera dikejar oleh sang kakak… sambil tertawa-tawa dia juga ngomong “Awas juga ya kamu, nanti aku beri-tahu Kak Yustina ya…” 

Aku tambah bingung dibuatnya… kelihatannya sudah pernah sek bersama sebelumnya… aku diam saja dan berjalan mengikuti mereka ke kamar mandi… 
Dikamar mandi mereka mencuci memek mereka masing… dan ketika aku masuk kedalam kamar mandi, mereka berdua yang membersihkan badanku… 
Setelah selesai, mereka berdua juga menyeka badanku dengan handuk…. Akhirnya setelah kami berpakaian kembali duduk santai di sofa sambil ngobrol… Rupa-rupanya mereka memang sudah beberapa kali mengadakan pesta sex bersama pacarnya masing-masing, tetapi belum pernah 3 party seperti tadi….

Dengan penasaran aku menanyakan perihat Yustina, apakah mereka pernah sex bersama… rupanya belum pernah… dan aku langsung membayangkan tubuh Yustina… aku hampir yakin tubuh Yustina yang paling bagus dan paling berisi……
Karena hari sudah mulai malam aku pulang dan berjanji akan kembali lagi besok dan mereka kebetulan tidak ada acara besok.

Keesokan harinya aku pesta sex lagi bersama mereka berdua sekaligus dirumah… karena pada saat itu kedua orang tuanya dan Yustina belum kembali dari luar kota. Rai dan Tom juga tidak dirumah karena mereka bekerja di pabrik milik orang tuanya. 

Ku ulangi lagi dan ku ulangi lagi pesta itu beberapa kali lagi…. Sampai aku kembali ke Jakarta…. 

Untuk pesta lainnya dengan Yustina akan disambung dilain waktu…. 

sumber : www.meremmelek.net

No comments:

Post a Comment

Post a Comment